Wawancara Mahasiswa Film: Pengabdi Setan 1 dan 2, Sesuai Harapan tapi Tidak Meninggalkan Jejak
sumber: MerahPutih.com
Salah satu mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, mengungkapkan kesan pertamanya setelah menonton "Pengabdi Setan" dan sekuelnya. Meskipun sesuai dengan ekspektasinya yang rendah terhadap film horor Indonesia, Ia menyoroti aspek visual yang melebihi harapannya, sementara narasi dan karakter tidak begitu mencolok. Yuk, simak lebih lanjut ulasannya!
Dalam wawancara melalui pesan online pada 19 Maret 2024 dengan mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, Lucky Poliyama, terungkap kesan pertamanya setelah menonton "Pengabdi Setan 1" dan sekuelnya. Dikatakan oleh Lucky, film-film horor Indonesia seperti "Pengabdi Setan" tidak membuatnya memiliki harapan yang besar. Sehingga, sesuai dengan ekspektasinya yang rendah, kedua film ini memenuhi keinginannya.
"Tiap nonton film horor Indo harapan gua emang gak gede, jadi setelah nonton film Pengabdi Setan 1 dan 2 ya emang sesuai ama harapan gua yg ga gede itu," ungkap Lucky.
Ketika ditanya tentang aspek yang melebihi atau mengecewakan ekspektasinya, Lucky menyebut bahwa aspek visual dan production design dalam sekuelnya, khususnya di film kedua, merupakan hal yang melebihi ekspektasinya. Namun, hal ini menurutnya wajar karena disesuaikan dengan budget produksi yang ada. Lucky menambahkan bahwa tidak ada yang benar-benar mengecewakan dari film-film ini karena ekspektasinya terhadap film horor Indonesia memang tidak tinggi.
Saat ditanya apakah sekuel ini berhasil mempertahankan daya tarik yang sama dengan film sebelumnya, Lucky menilai bahwa dari segi visual dan production design berhasil, namun dari segi penceritaan menurutnya tidak ada yang istimewa.
"Berhasil, dari segi visual dan production design. Tapi engga dari segi penceritaan yang menurut gua ya yaudah, gada yg special," Ungkap Lucky.
Lucky juga menyebutkan bahwa atmosfir dan ketegangan dalam kedua film ini tidak jauh berbeda dengan film horor pada umumnya, namun nilai plusnya adalah production design yang cukup baik. Namun, narasi dan karakter dalam sekuel ini menurutnya tidak begitu mencolok. Menurutnya, penonton mungkin tidak akan terlalu ingat dengan film ini setelah beberapa waktu dari penayangannya.
"Sama sebenernya kaya film horor pada umumnya, dari scoring dan beberapa teknik visual, tapi nilai plusnya di production design yang cukup baik," tutur Lucky.
Ketika ditanya tentang momen yang paling terkesan setelah menonton "Pengabdi Setan", Lucky menyoroti scoring yang sangat memorable dari kedua film ini. Ia juga mengungkapkan bahwa momen yang paling mengganggu pikirannya setelah film berakhir adalah dari segi scoring yang membuatnya teringat pada beberapa scene tertentu.
Lucky juga menjelaskan bahwa film ini ramai ditonton oleh banyak orang karena minat penonton bioskop Indonesia terhadap film horor, serta karena kehadiran sutradara Joko Anwar.
Terakhir, Lucky menegaskan bahwa film ini tidak mengubah pandangannya terhadap sinema horor Indonesia secara keseluruhan. Ia menilai bahwa production design dan scoring yang unggul terutama dalam sekuelnya, menjadi hal yang paling mencolok.
Dengan demikian, "Pengabdi Setan" dan sekuelnya mungkin tidak meninggalkan jejak yang mendalam dalam persepsi Poliyama terhadap sinema horor Indonesia, namun tetap menjadi tontonan yang sesuai dengan ekspektasinya yang sederhana.
Oleh : Luthfiyah Nabiya

Comments
Post a Comment